Anggota Dewan, Begitu Menggoda
Heboh hasil dan efek dari pemilu sedang terjadi di Indonesia, lihat saja semenjak pemilu legislatif kemarin acara-acara atau berita-berita di telivisi banyak dipenuhi oleh berita menyangkut pemilu. Dari masalah kekecewaan partai atau masyarakat, berita kemenangan dan kekalahan caleg atau partai sampai mengenai gonjang-ganjing koalisi partai dan rencana untuk Pemilu Capres/Cawapres.
Tapi dalam hal ini atau kali ini aku ingin sedikit menulis mengenai masalah rebutan kursi di senayan oleh para caleg. Berbagai macam alasan disampaikan, dan yang paling klise adalah alasan ke senayan untuk mengabdi kepada rakyat atau negara. Kedengaran begitu manis dan klise, bukannya aku negatif thinking, tapi kok rasa gak seperti itu. Aku justru merasa Senayan itu ibarat kata pepatah ” Ada Gula, Ada Semut“.
Yach gula itu ada disana, makanya semut2 caleg pada ngejar kesana. Yach coba kita pikirkan aja, untuk menuju kesana seorang caleg bisa ngabisin dana ratusan juta rupiah bahkan kabarnya sampai milyaran. Kita ambil aja contoh spt yang pernah aku tonton, caleg dari artis (yang sempat jadi calon bupati juga) ngaku ngabisin dana lebih kurang 500jt.
Aku mikir kalo memang ingin mengabdi kepada masyarakat kenapa gak dana tersebut dialokasikan aja untuk sesuatu yang bermanfaat. Misal membantu warga miskin atau membantu sekolah-sekolah untuk anak jalanan, membuka usaha kerakyatan bagi masyarakat desa yang bisa membantu perekonomian mereka atau hal-hal lainnya. Pasti juga bermanfaat dan sebuah pengabdian bagi masyarakat yang cukup baik.
Kita bayangkan aja, bila 5ribu caleg yang bertarung aja mengalihkan dana kampanye mereka hanya 20jt/orang dan gak perlu sampe ratusan juta maka berapa dana yang bisa dikumpulkan dan bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Aku rasa tingkat kemiskinan, pengangguran, angka buta huruf, masalah kesehatan ataupun yang lainnya bisa ditekan.
So, kalo alasan pengabdian aku sedikit pesimis, gak mungkin semut-semut pada rebutan tempat ke senayan dan institusi dibawahnya kalo disana tidak ada gula yang begitu manis dan menggoda. Gak mungkin semut-semut itu rela saling sikut ataupun mempertaruhkan hidup dirinya dan keluarganya (sampe ada yang meninggal dan stress aku liat di berita, dan disebuah forum ada yang nyebutkan bahwa ini merupakan perjuadian terselubung, mengadu nasib ditangan rakyat
) kalo tidak ada godaan manisnya gula yang diperkirakan akan membuat keluarganya bahagia.
So mungkin kita sebagai masyarakat umum hanya bisa melihat nantinya yang mana sebenarnya yang menjadi motivasi para caleg. Pengabdian kepada masyarakat, atau karena gula yang begitu manis dan menggoda untuk dinikmati.
Related posts:




