City Menghamburkan Uang demi Kaka
Sebuah kegilaan kelihatannya sedang terjadi di dunia sepakbola. Kegilaan tersebut tercipta dari 3 nama dan 3 unsur. 3 nama tersebut adalah Manchester City, AC Milan dan Kaka. Sementara 3 Unsur yang menyertainya adalah uang, kemampuan, prestasi. City yang saat ini dimiliki oleh para Jutawan dari Abu Dhabi dengan konsorsium bernama “ADUG” memiliki dana yang “kabarnya” tidak terbatas berusaha menjadi sebuah klub besar dan mendapatkan segudang prestasi mengikuti jejak Chelsea dengan cara instan.
Mereka berusaha mengumpulkan pemain-pemain sepakbola hebat di dunia ini dalam sebuah team seperti halnya chelsea dahulu mengumpulkan nama : mutu, crespo, duff, roben, lampard, ballack sampai sheva. City saat ini kelihatannya berusaha melakukan hal yang sama. Dimana diawal musim mereka berhasil membuat kejutan dengan transfer Robinho, sekarang mereka mencoba membuat kejutan lagi dengan sebuah transfer yang akan menjadi sebuah rekor yang mungkin akan sulit dipecahkan untuk waktu yang lama apabila transfer ini sukses. Angka 112 Juta Poundsterling adalah angka yang cukup besar.
Pihak City kecewa karena sejauh ini dengan mendapatkan Robinho mereka masih terseok di Liga Inggris. Mereka berada di posisi 15 dan hanya selisih 2 point dari Spurs sebagai penghuni terakhir posisi aman dari zona degradasi atau hanya 4 point dari para panghuni zona degradasi (Rovers dan West Brom). Mereka masih kalah bagus dari Wigan, Hull dan Fulham. Maka City terlihat seperti panik, mereka telah memiliki uang tapi belum memiliki kemampuan dan prestasi. Mereka tidak memiliki team yang berkampuan tinggi untuk bersaing dengan team-team yang sudah menguasai Liga Inggris sebelumnya seperti : Manchester United, Liverpool, Arsena dan Chelsea. Sehingga keinginan untuk memiliki prestasi hebat masih jauh di langit biru. Dan mereka mencoba membangunnya dengan melakukan cara instan, “membajak” pemain-pemain hebat dari klub-klub lain.
Di zaman sekarang ini hal itu mudah, apalagi dengan banyaknya pemaen yang mengejar materi dengan alasan tantangan baru. Tapi apakah hal itu akan berhasil ?
belum tentu. Karena segala sesuatu pasti ada efeknya, kalau tidak team yang rugi maka si pemain yang rugi. Seperti yang terjadi pada Mutu, Crespo dan Sheva. Dimana sewaktu di klub lama mereka begitu bersinar, tapi akhirnya gagal di tempat baru. Maka dalam hal ini akan sangat disayangkan apabila hal itu terjadi pada Kaka. Kalau bagi City sendiri mereka dengan Uang yang “tidak terbatas” akan mencari pemain lain dan melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan kepada Kaka. Sementara bagi Milan, hal ini menurut aku tidak begitu masalah karena Milan adalah Milan, dan Milan bukan hanya Kaka.
Dengan uang yang didapat dari penjualan Kaka, Milan mungkin bisa membeli pemain yang akan menjadi kaka berikutnya. Karena masih banyak pemain hebat diluar sana yang belum terlalu dikenal. Lihatlah berapa banyak orang yang mengenal Kaka dahulu, atau siapa yang begitu mengenal CR7 sebelum dibeli MU. atau siapa yang bakal menyangka Messi bakal sehebat sekarang bahkan seorang Ronaldinho sekalipun dianggap tidak terlalu dibutuhkan karena ada Messi. So mungkin yang harus disadari sedikit oleh City bahwa sepakbola bukan hanya karena 1 atau 2 pemain. Tapi bagaimana membangun sebuah Team yang hebat yang mampu bermain dilapangan sebagai sebuah team. Mampu berjuang sampai akhir pertandingan, bukan hanya sampai goal tercipta atau sampai anggapan bahwa goal lawan sudah tidak mampu dikejar. Bagaimana bagaimana sebuah team berjuang sebagai sebuah kesatuan yang utuh dan memiliki figur untuk di contoh dan didengar.
Related posts:




