d’Masiv Dianggap Plagiator, Siapa yang Salah ?
Menyambung postingan gw sebelumnya mengenai berita yovie di AMI Awards, berita menarik perhatian gw lainnya adalah hasil polling di detik mengenai band yang dianggap sebagai plagiator. Dimana dalam berita tersebut disampaikan “Dari total 1.109 responden, 90,78% atau sekitar 1.014 suara menyebut d’Masiv plagiator. Sementara 102 responden atau sekitar 9,13% suara yakin bahwa band yang terkenal lewat tembang ‘Cinta Ini Membunuhku’ itu hanya terinspirasi.”
Dan list lagu-lagu yang dianggap hasil jiplakan :
1. Cinta Ini Membunuhku = I Don’t Love You – My Chemical Romance
2. Diam Tanpa Kata = Awakening – Switchfoot
3. Dan Kamu = Head Over Heels (in This Life) – Switchfoot
4. Cinta Sampai di Sini = Into The Sun – Lifehouse
5. Sebelah Mata = The Take Over, The Break’s Over – Fall Out Boy
6. Dilema = Soldier’s Poem – Muse
7. Tak Pernah Rela = Is It Any Wonder – Keane
8. Lukaku = Drive – Incubus
Aku bukan fans d masiv and gak gitu suka ama mereka. Dan gak tau benar atau gak mereka nge-jiplak lagu-lagu itu, yang aku heran kenapa diributin yach ? Apa karena mereka gak ngakui bahwa mereka ngejiplak (cuma ngakui terinspirasi) atau karena mereka sedang terbang cukup tinggi.
Karena aku heran, kenapa sinteron2 yang juga banyak plagiat gak diributin, dan mungkin kalo mau diributin maka ributinlah yang bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab terhadap lagu-lagu “kacang goreng” yang hanya mengikuti selera pasar dan mampu menjadi penghasil duit.
Karena dari sudut pandang aku yang bloon ama musik (maen gitar aja gak bisa), dmasiv kalaulah benar “menjiplak” toh mereka mampu menjadikan hal itu diterima masyarakat awam bermusik (aku katakan disini masyarakat awam bermusik, karena toh lagu mereka cukup sering kita dengar dimana2 dan disenandungkan orang. Dan mereka adalah penikmat musik yang gak peduli ama kord nada atau kunci2 atau apapun istilah musik lainnnya, yang penting mereka suka dan enak didengar).
Mungkin hal itu akan dikatakan menjatuhkan musik indonesia dan segala macamnya, dan aku ada berpikir spt itu. Tapi kalo dilanjutkan lagi meliarkan pikiran maka aku dapatkan kata “itulah hidup”, gak semuanya sempurna dan seperti yang kita bayangkan. Karena hidup ini bukan cuma tentang kita, tapi juga tentang dia, engkau dan mereka serta lain-lainnya. Kalo gak bisa menikmati musik indonesia saat ini yach jangan didengar dan diliat seperti yang aku lakukan
. Nikmatilah musik yang emang kita rasa bisa kita nimati, walau kadang kena sindir “yach koleksi lagunya jadul2, gak update”
.
Dan aku punya jawaban “inilah musik yang aku suka, bukan musik yang sekarang melow gak jelas. tapi musik jadul, musik2 omar bakrie… “ ekekekekeke
Related posts:




