Loading....
Loading....

    Posted by baddoel in Pikiranku

    Posted on August 4th, 2008

    Jumat 1 agustus kemaren sewaktu sholat jumat gw ngebaca sesuatu yang menimbulkan pertanyaan pada diri sendiri.
    Seseorang yang duduk di depan gw make kaos dengan tulisin di belakang yang menggelitik dan cukup miris.
    Tulisan tersebut kalo gak salah berbunyi “Negeriku Penuh Mafia - Saat sedang Susah - BBM Malah Naik” dan dibagian akhir sebagai penutup tertulis “Haruskah kita Hijrah”
    Awalnya gw nganggap biasa, tapi ketika di rumah dan nonton2 berita gw jadi kepikiran ama tulisan di kaos tadi. Mungkin benar dinegeri ini banyak mafia, kita sudah sering mendengar dan membaca di media istilah mafia peradilan, mafia tanah, mafia birokrasi dan mafia2 lainnya.
    dan sekarang kita lihat yang sedang hangat2nya selain kasus pembunuhan berantai dari jombang adalah kasus dana BI, belum lagi sebelumnya kasus yang manyangkut dengan anggota DPR dan Parpol. dan kita lihat angka2 yang dibeberkan, gile bener.
    Dan ada sebuah acara yang mengupas tentang pungli pihak terkait di jalur pantura, angka yang dibeberkan juga cukup membuat mata terbelalak. Yang disampaikan di situ bahwa kalo duit tersebut di jejerkan di jalur pantura maka bisa menutupi jalanan.
    Lah sementara disisi lain kita mendengar berita bahwa mengenai masyarakat biasa yang kebanyakan hidup susah. ada yang susah untuk makan bahkan ada yang susah untuk sekolah sangat dan cukup miris (bahkan tadi gw melihat sebuah berita di sebuah daerah di utara jakarta tentang seorang bayi yang mengalami gizi buruk.
    ibunya meninggal juga karena gizi buruk)
    “mereka” yang tidak kebanyakan tapi “menguasai” begitu gampang dan mudah bermain dengan angka2 nol yang lebih dari 9 digit. mereka seperti gak ada habis2nya dan puas2nya menambah angka nol tersebut tanpa peduli hal tersebut merugikan negara ini atauoun orang kebanyakan.
    gw sendiri terkadang kepikirian kita masyarakat umum ini seperti gw mungkin salah satunya, ibarat anak kost, orang kontrakan di negara tercinta ini. yang hanya bisa menerima keputusan dari yang punya kost atau kontrakan. kalo uang kost2an atau kontrakan di naikkan ya harus terima, kalo biaya listrik atau air dinaikkan juga harus terima. kalo gak terima ya minggat sana.
    lah sekarang posisinya terkait dengan kata terakhir di kaos tadi “Haruskah Kita Hijrah” kalo di tafsirkan secara gamblang, maka akan timbul pertanyaa mau hijrah kemana ? untuk makan aja susah, darimana punya duit tuk hijrah. justru “mereka” yang enak, begitu diuber masih bisa hijrah. berapa banyak yang dah hijrah mengikuti jejak eddy tansil.
    tapi kalo kita artikan secara lebih mendalam, mungkin makna “hijrah” tersebut adalah hijrah keadaan. dari keadaan penuh mafia kepada keadaan tidak ada mafia, dari keadaan susah menjadi tidak susah, dari keadaan bbm naik menjadi tidak naik (stop dulu naikknya, sekali2 subsidi hidup pejabat yang dicabut jangan subsidi masyarakat).
    kalo sudah begini maka pertanyaan “haruskan kita hijrah”, kalo hijrah tempat tinggal (Indonesia) kliatannya gak. tapi kalo hijrah keadaan maka sudah seharusnya kita hijrah.
    Ayo kita Hijrah dari keadaan buruk saat ini kepada keadaan yang lebih baik.


    Sphere: Related Content


    Translate To Indonesia
    Translate To English

    Leave a Reply