Komedi Politik dan Sinetron Politik Sebelum Pilpres

Suasana politik Indonesia kian memanas, setelah “bercerainya” Golkar dan Demokrat keadaannya kelihatannya makin aneh2 aja. Ada yang mengungkapan ini mungkin ada sebuah upaya yang sistematis untuk memecah belah partai, dan lain2. Tadi aku melihat acara dialog mengenai cawapres dan melihat beberapa hal yang menarik perhatian.

Baru kali ini aku lihat acara dialog politik di TV yang membawa aku pada rasa respek pada tokoh dari PDIP. Karena selama ini tokoh PDIP yang muncul diacara TV cenderung sedikit arogan atau sombong. Tadi malam diacara Todays Dialoge aku melihat tokoh PDIP tersebut cukup netral atau realistis, tidak menyindir partai lain bahkan lawan politik utama mereka seperti yang beberapa kali terjadi.

Malah kebalikan terjadi pada Parta Golkar, beberapa kali sempat seolah2 saling sindir dengan PKS kemudian mengikutkan partai lain dalam kata sebagai partai yang demokratis tapi tidak perlu memakai kata Demokrat atau Demokrasi. Tapi itu what ever lah, mungkin gaya bicaranya. Dibanding aku yang gak bisa berbicara politis :D

Tapi yang jadi perhatian aku adalah mungkin disitulah letak perbedaan politisi yang dah sedikit berumur dibanding ama yang muda2. Dan ini mungkin bukan hanya di dunia politis tapi di dunia nyata, bahwa yang muda lebih cenderung “meledak” dan mudah panas. Sementara yang berumur lebih cool dan santai.

Yang menarik perhatian aku lainnya adalah seperti ada “bara api” antara PKS dan Golkar, dimana terkadang begitu disulut oleh yang satu maka yang lain akan memanas. Atau bahkan di sulut oleh yang lainpun akan segera memanas.  Aku sebagai masyarakat awam merasa lucu liatnya, jujur aja terkadang ketika ada acara2 dialog seperti itu bersamaan mainnya atau tampilnya dengan acara OKB, Opera Van Java atau Tawa Sutra aku bingung mau nonton yang mana. Soalnya acaranya sama2 menarik dan sama2 lucu :D .

Dan kalau melihat hal itu mungkin kita gak bisa salahkan apabila banyak selebriti yang berkeinginan jadi anggota dewan atau politisi, karena anggota dewan atau politisi sendiri mencoba merambah dunia mereka. Dunia selebriti dimana ada yang mencoba jadi komedian bahkan banyak yang mencoba menjadi pemain sandiwara dengan sandiwara-sandiwara mereka yang yach kita semua mungkin bakal diminta menebak dan berasumsi bakal kemana ujung dari sandiwara ini.

Kita semua seolah diperlakukan seperti penonton sinetron yang hanya bisa atau boleh menonton, sementara jalan cerita dan ujung cerita milik mereka. Bahkan pikiran liar aku jadi berandai2 dengan ungkapan orang semasa pacaran. Dimana sering ada ungkapan “Bahwa dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngontrak”, apakah mereka juga berpikir seperti itu. Bahwa “Negeri ini milik kami para elit politik, rakyat cuma ngontrak”  ? Karena lihatlah ucapan salah satu petinggi partai dengan kata2 yang kalo gak salah (sori rada2 lupa detailnya, tapi intinya sama) “bagaimana kami mencapai tujuan dengan atas nama rakyat” .

Related posts:

  1. Pandangan Pemilu PilPres ala Blog.Becouz.Net
  2. Polling Capres dan Cawapres Pilpres 2009
  3. Siapapun Capres-nya, Yang Penting Bukti-nya
  4. Serba-Serbi Pemilu Legislatif 2009
  5. Hati-Hati dengan Iklan Peserta Pemilu yang Sangat “Menggoda”

Leave a Reply