Megawati Calon Presiden 2009 dari PDIP
Nama : Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama : Islam
Suami : Taufik Kiemas
Karir Pendidikan
- SD Perguruan Cikini Jakarta, (1954-1959)
- SLTP Perguruan Cikini Jakarta, (1960-1962)
- SLTA Perguruan Cikini Jakarta, (1963-1965)
- Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967), (tidak selesai)
- Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972), (tidak selesai)
Karir Politik
- Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonsia (Bandung), (1965)
- Anggota DPR-RI, (1993)
- Anggota Fraksi DPI Komisi IV
- Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI, (1987-1997)
- Ketua Umum PDI versi
- Munas Kemang (1993-sekarang) PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan pada 1999-sekarang
- Wakil Presiden RI, (Oktober 1999-23 Juli 2001)
- Presiden RI ke-5, (23 Juli 2001-2004)
Megawati Soekarnoputri atau lengkapnya Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri merupakan presiden wanita pertama dan presiden kelima di Indonesia. Menjabat Presiden Indonesia dari 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004 menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid. Dimana sebelumnya Megawati adalah Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid. Megawati adalah anak kedua Presiden Soekarno yang adalah Presiden Pertama Republik Indonesia.
Karir politik Mega yang penuh liku seakan sejalan dengan garis kehidupannya. Suami pertamanya, seorang pilot AURI, tewas dalam kecelakaan pesawat di laut sekitar Biak, Irian Jaya. Sekarang ia menikah dengan Moh. Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di GMNI dulu, yang juga menjadi salah seorang penggerak PDIP.
Jejak politik sang ayah berpengaruh kuat pada Megawati. Karena sejak mahasiswa, saat kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran, ia pun aktif di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).
Tahun 1986 ia mulai masuk ke dunia politik, sebagai wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Dan dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Surabaya 1993, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI.
Namun, pemerintah tidak puas dengan terpilihnya Mega sebagai Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Dengan puncak peristiwa yang dikenal dengan nama Peristiwa 27 Juli, dimana terjadi aksi penyerangan yang menyebabkan puluhan pendukung Mega meninggal dan berbuntut pada kerusuhan massal di Jakarta .
Pada pemilu 1997 perolehan suara PDI di bawah Soerjadi merosot tajam. Sebagian massa Mega berpihak ke Partai Persatuan Pembangunan sebagai bukti Keberpihakan massa PDI kepada Mega yang kemudian melahirkan istilah “Mega Bintang”. Mega sendiri memilih golput saat itu.
Pemilu 1999, PDI versi Mega yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu. Meski bukan menang telak, tetapi ia berhasil meraih lebih dari tiga puluh persen suara. Dan para mendukungnya meminta Megawati menjadi Presiden, tapi alur yang berkembang dalam Sidang Umum 1999 justru memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Ia kalah tipis dalam voting pemilihan Presiden: 373 banding 313 suara.
Namun Sidang Istimewa MPR pada hari Senin 23 Juli 2001 telah menaikkan statusnya menjadi Presiden, setelah Presiden Abdurrahman Wahid dicabut mandatnya oleh MPR RI. Dalam masa pemerintahan Megawati Pemilihan Umum Presiden secara langsung dilaksanakan dan secara umum dianggap merupakan salah satu keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia. Tapi disitu juga Megawati mengalami kekalahan (40% – 60%) dalam pemilihan umum presiden 2004 tersebut dan harus menyerahkan tonggak kepresidenan kepada Susilo Bambang Yudhoyono.
Related posts:





April 24th, 2009 at 6:40 pm
presiden ketoprak, gak kasihan ta ama bangsa ini?satu kali cukup sudah anda jadi presiden, gak becus!
April 27th, 2009 at 7:37 am
udah lah sayang….(Megawati yg cantiknya udh hilang)
kenapa
sayang pd org tidak hrs memberikan kekuasaan atu kursi bahaya RI padanya..ibara bayi yg merengek minta pegang lilin org tua yg waras jgn dikasihkan padanya…
mega tu cocoknya :
dikasih jamuan makan yg enak, diceritain ttg cerita2 sendu utk ngembangkanhobi tangisnya itu..
hai bu Mega..RI tu negara besar bukan kumpulan rombong soto yg hendak kamu beli dan makan senidri.
May 18th, 2009 at 3:12 am
[...] of contents for Capres and CawapresSusilo Bambang Yudhoyono (SBY) Calon Presiden 2009 dari DemokratMegawati Calon Presiden 2009 dari PDIPPrediksi Capres dan Cawapres 2009Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden 2009 dari GolkarPolling Capres dan [...]
May 21st, 2009 at 12:31 am
maju terus untuk rakyat,
kalau tidak sempat pada masa kampanye pilpres 09 untuk menabur benih ikan pora-pora di danau toba,………..
kalau sudah jadi presiden ingat ya ibu!!!
ikan pora-pora sudah mulai habis tidak seimbang perkembang-biakan-nya dengan pengambilan/memanen dgn jaring raksasa rakyat di sekitarnya!
June 13th, 2009 at 11:27 am
andre maladi & jhon <<< penganut faham LIBERALIS kapitalis
kamu nggak tahu penderitaan rakyat yang dipimpin oleh presiden NEO LIBERALIS kapitalis!!!
HATI-HATI BAHAYA LATEN KAPITALIS NEO LIBERALIS!!!
JANGAN MAU DIPERAS AMERIKA DALAM PENJAJAHAN EKONOMINYA…!!!
TERUS BERJUANG MERDEKA…!!!
July 2nd, 2009 at 9:39 am
saya rasa megawati tidak akan naik jadi presiden coz dia cwek yang kita cari pemimpin sekarang yang pria coz pria kan lebih di dahulu dari pada wanita .kok mau ya prabowo duet ma megawati padahal pulau kita ja sudah ada di jual na indosat pun juga di jual.sungguh ironis.
July 16th, 2009 at 12:31 pm
ah, politik bisa nggak sih tidak disamakan dgn permainan catur , dimana pion (rakyat) di korbankan untuk membunuh raja lawan… Politik yang baik menang tanpa ada yg dikorbankan. Peace……..