Pertarungan Unik bin Aneh 2 Partai Besar

Awalnya aku gak terlalu ambil pusing ama fenomena yang berkembang saat ini. Fenomena biasa menjelang pemilu, dimana sering ada perdebatan antara partai atau elit-elit partai. Mulai dari partai kecil, menangah sampai partai besar. Hampir disetiap stasiun televisi ada acara pembicaraan mengenai pemilu, hasil pemilu dan bakal capres atau cawapres.Dan sedikit yang mengusik aku sebagai masyarakat awam dan rakyat jelata adalah bila terjadi pertemuan antara “Si Mata Merah” dan “Si Segitiga Biru”.

Kenapa aku merasa terusik, karena setiap mereka bertemu yang ada dan yang timbul adalah sindiran, ledekan bahkan jegalan-jegalan bagi lawan mereka. Seperti yang barusan aku liat di sebuah acara di sebuah Stasiun Televisi. Benar-benar menggelikan, memalukan dan memperlihatkan kebodohan diri sendiri menurut aku. Karena jawaban dan argumen yang muncul adalah argumen-argumen warung kopi, argumen orang awam seperti aku (masa sampe masalah Hillary Clinton nyumbang MCK juga dibawa2, yang jelas gak ada hubungannya ma topik dialog). Bukan argumen orang-orang hebat negara ini, argumen wakil rakyat yang seharusnya lebih pintar dari masyarakat awam karena mereka adalah mewakili rakyat.

Menurut aku cukup disayangkan pihak Stasiun Televisi menampilkan orang seperti itu atau partainya mengirim orang seperti itu. Bagi Stasiun Televisi disayangkan karena acara itu disaat dan dimasa seperti ini seharusnya bisa menjadi pencerahan kepada masyarakat justru menampilkan acara yang kurang berbobot yang justru menjadi dagelan gak jelas. Bagi partainya sendiri cukup sayang karena memperlihatkan kualitas kadernya yang mungkin bagus dan baik menjadi terlihat biasa saja bahkan mungkin terlihat arogan.

Jujur aku gak respek melihat orang seperti ini, dan menjadi gak respek juga dengan partainya karena kita tahu bagaimana sepak terjang partai-partai tersebut. Yang menurut aku “omdo” ketika akan pemilu memperlihatkan kehebatan diri sendiri, kebaikan diri sendiri dan bahkan janji-janji yang sangat manis lebih manis dari madu. Tapi ketika nanti berkuasa maka akan terlihat seperti pepatah “Setali Tiga Uang”.
Lihatlah sepak terjang “Si Mata Merah” dahulu ketika berkuasa. Bukankah “Setali Tiga Uang” juga ama yang sekarang, bagaimana mereka menjual aset-aset negara. Dan lihat yg sekarang bagaimana korban Lapindo yang telah bertahun menagis sampai air mata kering. Ibarat kata kelakuannya toh “betis” (baca: beda tipis”) aja.

So, bagi aku sendiri apa yang mau dikata dan dijanjikan ma mereka aku gak respek. Dan yang jelas bagi aku pribadi Pemilu Legislatif nanti belum tau apa aku ikut ato gak, karena kok rasanya seperti gak ada gunanya. Gak ada wakil rakyat yang aku rasa cocok, lihatlah bagaimana wakil rakyat yang ketangkep KPK, atau yang pindah-pindah partai seperti “kutu loncat”, bahkan caleg-caleg karbitan yang tiba-tiba nongol serta caleg-caleg arogan, merasa paling baik dan paling bagus. Para wakil rakyat terlihat seperti hanya mencari kehormatan dan kerjaan paling enak di negeri ini. Ya, Pekerjaan Paling Enak di Negeri Ini begitulah yang dikatakan di buku Maryamah Karpov-Andrea Hirata. Pekerjaan sebagai Penjaga Air (karena kerjaannya santai bisa tidur2an dan mancing) adalah pekerjaan paling enak di negeri ini dan hanya bisa dikalahkan dengan menjadi Anggota Dewan.

Sementara yang pasti Pemilu Capres/Cawapres nanti yang bakal aku ikuti, soalnya hal itu mungkin lebih terasa gunanya bagi aku atau negeri ini menurutku. Karena sedikit banyak aku bakal tahu dan bisa melihat apakah calon yang aku pilih baik dan benar menjalankan tugas dan memenuhi janjinya. Sedangkan untuk caleg, siapa yang tahu. Bahkan kalo dia gak pernah datang ke Gedung DPR untuk ngantor juga gak bakal tau. Kalo dia cuma makan gaji buta dan menikmati fasilitas dari rakyat secara gratis tanpa melakukan apapun atau paling banter yang dia lakukan cuma tidur di kursi empuk gedung dewan juga gak bakal tau.

Dan untuk Pemilu Capre/Cawapres aku dah punya 3 Capres yang bakal aku pilih, siapa aja diantara 3 nama itu maka bakal aku pilih. Tapi kalo ketiganya maju maka aku akan mempertimbangkan siapa pasangannya berduet dan mungkin ngadakan sedikit riset ke “Uncle Gugel” dan “Broo Yahu” untuk mencari tahu siapa yang terbaik di antara mereka bertiga. Dan kembali mengenai topik awal pembahasan aku, maka aku sebagai masyarakat awam berharap “Si Mata Merah” dan “Si Segitiga Biru” bisa sedikit berdamai atau berhenti menimbulkan gejolak-gejolak yang membingungkan masyarakat awam. Lebih bagus mereka diam dan membuktikan dengan kerja nyata, karena saat ini masyarakat tidak bodoh dan sudah bisa menilai siapa yang “omdo” dan siapa yang tidak.

Related posts:

  1. Anggota Dewan, Begitu Menggoda
  2. Milik Siapakan Negeri Ini ?
  3. Siapapun Capres-nya, Yang Penting Bukti-nya
  4. Pandangan dan Harapan Pasca Pemilu Legislatif
  5. Serba-Serbi Pemilu Legislatif 2009

Leave a Reply