Loading....
Loading....

    Posted by baddoel in Pikiranku

    Posted on July 17th, 2008

    Pemikiran ini timbul sewaktu menonton acara kick andy hari minggu lalu 13 Juli 2008. Pada bagian itu dikisahkan sebuah topik “KISAH PARA PEMBERANI”. Dimana menampilkan 3 orang yang mengenai bberapa cara orang untuk memperlihatkan rasa cintanya pada tanah air ini. Cara yang dilakukan oleh ketiganya yaitu dengan jalan mengelilingin indonesia dengan jalan dan caranya masing2. Mereka adalah Bp Rohadi, Ibu Mimin Weliana, Bp Saleh Sudrajat. Sedikit tentang mereka dan kisahnya dari www.kickandy.com :

    ……..

    Salah satu yang bisa membuat orang geleng-geleng kepala adalah bentuk pembuktian dari Rohadi, warga desa Rakit, Banjarnegara Jawa Tengah. Kecelakaan lalu lintas yang merenggut kedua kakinya, tak lantas membuat hidupnya seakan berakhir. Bahkan dalam upayanya untuk mencari kesembuhan bagi kakinya yang mengalami infeksi tulang akibat tabrakan, Rohadi justru membuat nadzar atau kaul. Yaitu akan melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan cara apapun, jika infeksi di kakinya tersembuhkan. Meski akhirnya solusi akhir bagi kakinya adalah dengan amputasi sebatas di bawah lutut, Rohadi tak melupakan nadzarnya.

    Sementara dari Tasikmalaya, seorang nenek 4 orang cucu mewujudkan rasa kecintaan pada negeri ini dengan cara yang tak kalah heboh. Mengandalkan sebuah skuter Vespa keluaran tahun 70-an, Mimin Weliana melakukan perjalanan mengunjungi seluruh pelosok Indonesia saat usianya 50 tahun pada 2004 lalu. Mantan pembalap wanita nasional tahun 70-an ini, mengendarai Vespanya melintasi daerah-daerah di pulau Jawa, Sumatera hingga Papua. Biker wanita ini ingin membuktikan bahwa masih ada Kartini yang juga mampu melakukan hal yang umumnya hanya dilakukan kaum pria. Mulai dari bergabung dengan klub motor, mengutak-atik motor hingga touring motor jarak jauh.

    Sedangkan Saleh Sudrajat, melakukan sebuah ekspedisi nekat dalam rangka peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional 2008. Pria anggota Wanadri ini, menggembleng fisik dan mental pada 2007, untuk melakukan terbang solo menggunakan pesawat microlight terbuka atau Trike melintasi negeri dari Sabang sampai Merauke pada bulan Mei 2008. Perjalanan sejauh 6.435 km ini, menyusur lurus di atas pulau Sumatera dari Aceh, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku hingga Papua dan akhirnya mendarat di Merauke.

    ……………

    tapi yang menggelitik perhatian, perasaan dan pikiranku bukan keberanian mereka. Bukan ketangguhan mereka, serta bukan juga keuletan mereka. tapi sikap mereka yang lain, mereka melakukan hal2 itu karena mereka cinta indonesia. mereka tidak mengharapkan balas budi atau imbalan keuntungan dari orang apalagi negara. hal itu yang terlihat dimata gw yang awam yang melihat dari sebuah layarkaca yang tidak mengenal mereka secara lebih nyata. tapi gw asumsikan mereka seperti hal tersebut, maka timbul sebuah pikiran didalam kepala gw.

    • Bagaimana kalo indonesia dipimpin oleh penguasa seperti mereka ?
    • Bagaimana kalo indonesia diawasi, dijalankan dan dikelola oleh orang seperti mereka ?

    Kenapa hal itu terjadi, karena kita lihat akhir2 ini begitu banyak kasus yang terkadang bikin kita tertawa miris (tertawa sambil menangis kali yaa ? ). Kita lihat berapa banyak pejabat, wakil atau apapun namanya yang berkasus. gw juga sempat nonton sekilas (maklum akhir2 ini malas nonton tipi karena acaranya banyak gak jelas) bahwa untuk jadi anggota DPR keluar duit sekian. Otomatis asumsinya, akhirnya ketika menjabat yach ambil cara untuk ngebalikin modal yang dah keluar, dan hal itu menurut gw lagi bukan cuma di anggota DPR dan dibawahnya. Tapi juga di bidang2 lain dan gw rasa udah jadi rahasia umum, ibarat bahasa di warung2 TST (tau sama tau) aja.

    Kita balik ke tokoh2 yang di kick andy, bagaimana kalo orang2 berjiwa seperti mereka yang jadi pemimpin dan “kawan2″ pemimpin di indonesia ini. bagaimana jadinya indonesia ini, apa yang bakal terjadi ama negeri kita tercinta ini ? Jujur gw ngebayangi yang indah2. Gw ngebayangi gak ada antrian minah, gak ada antrian rebutan bantuan bahkan gak ada antrian daerah yang bakal gelap gulita :)
    Karena orang2 yang memimpin dan “menemani” pemimpin bekerja berdasarkan cinta pada tanah air, bekerja atas jiwa pengabdian dan loyalitas. Kita tidak bisa memungkiri kalo orang butuh duit, begitu juga dengan mereka. tapi yach sewajarnya ajah, sesuai dengan hak ajahlah. gak perlu “sunat” sana-sini, gak perlu “selip” sana-sini, gak perlu “senggal senggol” yang merugikan bangsa.

    Kemudian timbul pertanyaan dalam diri gw sendiri, adakah orang seperti itu ? gw menjawab sendiri, pasti ada. hanya saja gak kelihatan. karena arus negatif yang mengalir begitu kuat, mereka yang seperti ini hanyut dan sering kelelep. mereka hanya bisa meronta dan berusaha mencari pegangan agar tidak benar hanyut. agar mereka bisa survive dan bisa merubah arah arus itu kearah yang sebenarnya. tapi kapan, hanya waktu yg bisa menjawab dan semoga secepatnya ?

    agar Indonesia ini bisa sejahtera dan maju. agar anak bangsa ini bisa tersenyum bahagia, bukan tertawa miris.

    Sphere: Related Content


    Translate To Indonesia
    Translate To English

    Leave a Reply