Siapapun Capres-nya, Yang Penting Bukti-nya
Gila coy, suasana negeri ini kelihatannya benar-benar sedang edan dan gila menjelang PilPres. Lihat aja, dimana ada partai politik atau elit-elit partai yang seolah kebakaran jenggot karena manuver partai lain, ada yang saling “mengancam” ataupun saling sindir.
Benar-benar aneh, lihatlah bagaimana terlihat kompak SBY dan JK dimasa lalu. Bahu membahu melaksanakan tugas sebagai pemimpin negeri ini, tapi sekarang saling sindir dan beradu kata2. Lalu bagaimana PDIP dan Demokrat yang saling sindir ibarat Air dan Api yang bakal susah dipertemukan, sekarang kelihatan mulai menuju kemesraan yang kalo bahasa aku mungkin “Air tersebut membutuh element lain seperti wadah sehingga Api bisa membantu mereka masak untuk nantinya bisa secangkir kopi atau teh dengan tambahan partai lain seperti partai gula, partai kopi, partai teh dan partai susu.
Sehingga bisa terhidang beberapa cangkir teh, kopi ataupun teh susu dan kopi susu yang nantinya diharapkan bisa dinikmati oleh seluruh bangsa ini dan bukan oleh mereka saja. Yah, itu mungkin harapan aku dan apakah itu bakal terwujud yach hanya waktu yang bisa menjawab. Karena melihat keadaan sekarang susah coy menebak. Karena seperti yang disampaikan oleh salah satu elit partai, dipolitik semua itu mungkin, kecuali memakan kepala sendiri.
Hanya sebagai masyarakat kecil, aku sekali lagi cuma bisa berharap dan berdoa. Semoga semua kemungkinan itu bukan dipakai untuk memenuhi kebutuhan kelompok atau partai. Tapi kemungkinan-kemungkinan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan bangsa dan negara agar bisa memberi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat seluruhnya.
Karena percikan-percikan yang terjadi terlihat sedikit miris, diluar konteks apakah itu sebuah manuver politik atau sandiwara politik maupun komedi politik. Lihatlah bagaimana 2 pemimpin bangsa ini yang seharusnya bisa memberi contoh yang baik kepada rakyat malah bermain ledek-ledekan di depan public. Yang seharusnya mereka memperlihatkan soliditas mereka dan kebesaran jiwa serta kehebatan sebagai pemimpin bangsa dengan tetap memperlihatkan soliditas dan profesionalitas mereka dalam menyelesaikan tugas mereka yang masih harus bersama beberapa bulan kedepan.
Walau mereka bakal mengatakan tidak ada persoalan dalam hubungan kerja mereka atau apapun itu, tapi aksi-aksi mereka didepan public tentu akan menimbulkan riak-riak lainnya. Masyarakat sekarang bukanlah orang-orang yang bodoh walaupun juga tidak terlalu pintar seperti aku, tapi bisa memiliki asumsi dan pemikiran sendiri. Jangan siksa masyarakat dengan ketidakpastian dan dagelan2 murahan yang, masyarakat sudah mulai muak dengan dagelan2 itu. Hal itu mungkin bisa terlihat dari opini masyarakat, bahwa masyarakat secara umum gak gitu peduli dengan yang namanya calon presiden A, calon presiden B dan seterusnya. Masyarakat hanya berharap ibarat bunyi iklan sosro: apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Dalam konteks ini, Siapapun Capres-nya, Yang Penting Buktinya atau Siapapun Presiden terpilih, yang penting kesejahteraan rakyat tercapai.
Maka aku berharap seperti yang aku ungkapin diatas, semua partai-partai itu silahkan aja bermanuver dan saling jual dan beli serta tawar-menawar. Tapi nantinya mereka bisa menyajikan gak perlu menyajikan coca cola atau jus serta burger atau pizza. Tapi cukup menyajikan teh manis, kopi, kopi susu dan teh susu disertai beberapa jenis gorengan seperti pisang, tahu, tempe dan ketela di beranda rumah yang bernama Indonesia untuk dinikmati oleh seluruh isi rumah. Bukan hanya sebagian dari isi rumah, bukan hanya keluarga inti yang mengatur rumah . Tapi juga sodara, ponakan, oom, tante, ipar bahkan mungkin sodara jauh, teman dan sahabat pokoknya siapa saja yang berteduh dan tinggal didalam rumah besar bernama “INDONESIA”
Related posts:




